
Sejarah Turnamen Overwatch League dari Awal Hingga Kini – Overwatch League, atau yang sering disebut OWL, adalah salah satu turnamen esports terbesar di dunia. Turnamen ini resmi diumumkan oleh Blizzard Entertainment pada tahun 2016, setahun setelah game Overwatch dirilis. Tujuan Blizzard saat itu cukup jelas: mereka ingin membuat sebuah liga esports yang terorganisir rapi, mirip seperti liga olahraga besar di dunia nyata.
Berbeda dengan turnamen esports lain, OWL dibuat dengan sistem franchise berbasis kota. Artinya, setiap tim mewakili kota tertentu, seperti New York Excelsior, London Spitfire, Seoul Dynasty, hingga Los Angeles Valiant. Konsep ini terinspirasi dari NBA atau sepak bola, di mana ada ikatan emosional antara kota dan tim. Dengan cara ini, Blizzard berharap penggemar esports bisa mendukung tim layaknya mendukung klub olahraga favorit.
Musim pertama OWL digelar pada tahun 2018 dengan 12 tim peserta. Formatnya sederhana: ada musim reguler, kemudian playoff, dan akhirnya Grand Finals untuk menentukan juara. Pada musim perdana ini, London Spitfire keluar sebagai juara setelah mengalahkan Philadelphia Fusion. Kejayaan mereka menjadi catatan sejarah pertama dalam perjalanan panjang OWL.
Turnamen ini langsung mencuri perhatian banyak orang. Pertandingannya disiarkan di Twitch dan beberapa stasiun televisi Amerika. Bahkan, finalnya berhasil ditonton jutaan orang di seluruh dunia. Tidak heran jika sejak itu, OWL dianggap sebagai salah satu liga esports paling profesional yang pernah dibuat.
Perkembangan, Tantangan, dan Perubahan di Overwatch League
Kesuksesan musim pertama membuat jumlah tim di OWL bertambah. Pada tahun 2019, jumlah peserta naik menjadi 20 tim. Ada tim baru dari Kanada, Cina, dan beberapa negara lain. Kehadiran tim internasional membuat OWL semakin terasa sebagai kompetisi global, bukan hanya turnamen regional.
Namun, perjalanan OWL tidak selalu mulus. Salah satu tantangan terbesar muncul pada tahun 2020, saat pandemi COVID-19 melanda. Padahal, sistem OWL awalnya dibuat agar pertandingan bisa dimainkan di stadion kota masing-masing tim. Dengan begitu, penggemar bisa menonton langsung di arena. Sayangnya, pandemi memaksa liga beralih ke format online. Meski sempat sulit, OWL berhasil beradaptasi dan tetap berjalan berkat siaran digital.
Tantangan lain datang dari kompetitor di dunia esports. Game baru seperti Valorant mulai menarik perhatian banyak pemain dan penonton. Popularitas Overwatch sempat menurun, dan ini berdampak pada jumlah penonton OWL. Untuk mengatasi hal ini, Blizzard merilis Overwatch 2 pada tahun 2022. Kehadiran versi baru ini memberikan harapan besar agar kompetisi tetap segar, dengan gameplay dan mode baru yang lebih menarik.
Dari segi hadiah, OWL juga dikenal sangat mewah. Pada beberapa musim, total hadiah mencapai jutaan dolar Amerika. Misalnya, musim 2019 memiliki total hadiah lebih dari 5 juta dolar AS. Jumlah ini menempatkan OWL di jajaran turnamen esports dengan hadiah terbesar di dunia. Tidak heran banyak pemain profesional tertarik untuk bergabung dan bersaing di liga ini.
Selain hadiah besar, OWL juga melahirkan banyak pemain legendaris. Nama-nama seperti JJoNak, Profit, dan Fleta dikenal luas di komunitas gamer. Mereka bukan hanya pemain hebat, tetapi juga ikon yang menginspirasi banyak orang untuk mengejar karier profesional di dunia esports.
Meski begitu, belakangan OWL menghadapi penurunan popularitas. Beberapa tim kesulitan keuangan, sponsor berkurang, dan jumlah penonton tidak sebesar dulu. Walau begitu, Blizzard masih berusaha menjaga eksistensi liga ini. Overwatch 2 menjadi senjata utama agar OWL tetap relevan, sambil memperkenalkan format turnamen baru seperti midseason tournament yang menambah variasi kompetisi.
Kesimpulan
Perjalanan Overwatch League sejak 2018 hingga sekarang adalah bukti bahwa esports bisa setara dengan olahraga tradisional. Dari awalnya hanya 12 tim, kini OWL menjadi liga global yang diikuti tim dari berbagai negara. Dengan konsep franchise kota, sistem kompetisi profesional, hadiah besar, hingga bintang-bintang esports yang lahir darinya, OWL berhasil menciptakan standar baru di dunia esports.
Meski menghadapi banyak tantangan, termasuk pandemi, persaingan dari game lain, hingga penurunan popularitas, OWL tetap menjadi salah satu turnamen esports paling bersejarah. Kehadiran Overwatch 2 juga membuka peluang baru agar liga ini bisa kembali bersinar.
Sejarah Overwatch League menunjukkan bahwa esports bukan hanya hiburan, tetapi juga fenomena global yang mampu menyatukan penggemar dari berbagai belahan dunia. Dengan inovasi dan dukungan komunitas, masa depan OWL masih menyimpan banyak cerita menarik yang layak untuk dinantikan.